Desa Peninjauan Terancam Hilang, Segera Butuh Bronjong

Desa Peninjauan Terancam Hilang, Segera Butuh Bronjong

OKU – rubrikini.co.id, Belasan tahun tak kunjung dibangun bronjong oleh Pihak terkait, Pemerintah Desa Peninjauan khawatir desanya akan hilang akibat tidak ada penahan arus sungai yang melintasi desa di Kabupaten Ogan Komering Ulu  (OKU) ini.

“Kalau selalu beralasan tidak cukup anggaran, kami khawatir desa kami akan hilang sebelah tegerus sungai. Untuk itu segera butuh dibangun bronjong,” pinta Kepala Desa (Kades)  Peninjauan, OKU, Novi Taruna, seraya memperlihatkan tanah longsor yang semakin menggerus rumah warga.

Kades Peninjauan mengatakan Pihaknya sudah meminta Pemerintah Daerah menganggarkan pembangunan bronjong penahan arus sungai minimal satu meter pertahun. “Kalau mengusulkan bronjong penahan arus sungai sudah 11 tahun ini, baik itu secara tertulis, maupun secara lisan kepada Bupati”.

Namun kenyataannya lanjut Novi,  usulan yang disampaikan baik lisan maupun tertulis tersebut tak pernah di akomodir oleh Pemerintah Kabupaten  (Pemkab) OKU dengan alasan anggaran tidak cukup.

Kalaupun memang anggaran Pemkab OKU tidak cukup untuk membangun dalam satu tahun anggaran, minimal Pemkab OKU mengangarkannya secara bertahap,  paling tidak satu meter pertahun lama kelamaan akan selesai juga.

Dampak dari tanah longsor ini akibat tergerus sungai tersebut menyebabkan ratusan rumah warga sepanjang Desa Peninjauan nyaris ambruk kesungai.

“Kami minta kepada pemangku kebijakan dapat memberikan solusi untuk warga Desa Peninjauan,”harap Novi kepada Pelaksana Harian (Plh.) Bupati OKU, Edward Chandra yang sedang meninjau lokasi longsor.

Kepala Dinas PU Bina Marga Pemkab OKU, Chandra Dewana yang hadir bersama Plh. Bupati OKU, Edwar Chandra mengatakan untuk membangun bronjong tersebut dananya tidak sedikit.

Desa Peninjauan ini sebelumnya pernah di bangun bronjong dengan menggunakan batu karang, tapi tidak bertahan lama. Untuk itu Desa Peninjauan ini mestinya dibangun penahan yang menggunakan paku bumi. Kalau menggunakan bronjong biasa tidak akan bertahan lama, namun jika untuk dibangun seperti di Desa Belatung biayanya cukup banyak.

“Bronjong atau talud Desa Belatung bukan Pemda yang membangun. Dulu waktu  membangun penahan sungai di Desa Belatung didanai oleh pusat, bukan pemkab,” kata Chandra.

Sementara itu, Plh. Bupati OKU, Edwar Candra sangat prihatin dengan kondisi Desa Peninjauan yang semakin hari semakin menyempit akibat longsor tergerus sungai.

Untuk itu, Edwar mengatakan dengan melihat kondisi ini harus dicarikan solusi, kalau memang daerah tidak mampu, bila perlu kita undang pihak Kementerian PU agar apa yang kita sampaikan nanti dilihat langsung dan agar talud langsung dibangun Pemerintah Pusat.

“Semoga ada solusi untuk membangun penahan sungai ini,  dan kepada warga yang bermukim di sepanjang sungai ogan, agar waspada cuaca ekstrim, agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan,” himbau Edwar.

Dalam kunjungan kerja Plh. Bupati OKU Edwar Candra sebelumnya meninjau rumah warga yang longsor di Desa Kedondong, dan memberikan bantuan kepada pemilik rumah baik itu di Desa Kedondong maupun di Desa Peninjauan. (RilisSMSIOKU)
Keterangan Foto  :
Plh. Bupati OKU saat meninjau longsor.
Editor  : Heru Fachrozi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *