Pagi Dan Sore Serunya Nongkrong Di BKB

Pagi Dan Sore Serunya Nongkrong Di BKB

Palembang  – rubrikini.co.id, Benteng Kuto Besak (BKB) adalah bangunan keraton yang pada abad XVIII menjadi pusat Kesultanan Palembang. Gagasan mendirikan BKB diprakarsai oleh Sultan Mahmud Badaruddin I yang memerintah pada tahun 1724-1758 Masehi dan pelaksanaan pembangunannya diselesaikan oleh penerusnya yaitu Sultan Muhammad Bahauddin yang memerintah pada tahun 1776-1803 Masehi.

Baca juga : http://www.rubrikini.co.id/2021/03/25/makan-pempek-palembang-nikmatnya-pake-cuka/

Baca juga : http://www.rubrikini.co.id/2021/01/05/jembatan-ampera-ikon-kemegahan-kota-palembang/
Sultan Mahmud Bahauddin ini adalah seorang tokoh kesultanan Palembang Darussalam yang realistis dan praktis dalam perdagangan internasional, serta seorang agamawan yang menjadikan Palembang sebagai pusat sastra agama di Nusantara. Menandai perannya sebagai sultan, ia pindah dari Keraton Kuto Lamo ke Kuto Besak.

Belanda menyebut Kuto Besak sebagai nieuwe keraton alias keraton baru. Benteng ini mulai dibangun pada tahun 1780 dengan arsitek yang tidak diketahui dengan pasti dan pelaksanaan pengawasan pekerjaan dipercayakan pada seorang Tionghoa. Semen perekat bata menggunakan batu kapur yang ada di daerah pedalaman Sungai Ogan ditambah dengan putih telur. Waktu yang dipergunakan untuk membangun Kuto Besak ini kurang lebih 17 tahun. Keraton ini ditempati secara resmi pada hari Senin pada tanggal 21 Februari 1797 Masehi.

Keraton ini berdiri di tanah yang luas, berbentuk persegi panjang menghadap ke Sungai Musi, panjangnya 274,32 meter, dan lebar 182,88 meter. Dikelilingi tembok besar, tingginya mencapai 9,14 meter, tebal 2,13 meter, dengan empat kubu (bastion di setiap sudutnya). Dengan sejumlah meriam yang terbuat dari besi dan kuningan. Keraton memiliki pelataran yang luas, balai agung, gerbang besar. Di dalamnya terdapat pula keputren, paseban, ruang tempat menerima tamu, tempat kediaman sultan dan permaisuri. Di tengah keraton terdapat kolam dengan perahu, taman, dan pohon buah-buahan. Kemudian, antara keraton Kuto Besak dan keraton lamo, terdapat jalan menuju mesjid utama kerajaan. (Wikipedia)
Keterangan Foto  :
Kegagahan terlihat pada BKB. (Google Images)
Editor  : Heru Fachrozi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *