PT TEL Bantu Petani Padi Dan Jagung

Pihak PT TEL memberikan bantuan kepads petani jagung dan padi di Desa Banuayu dan Kuripan.

MuaraEnim – rubrikini.co.id, Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Tanjung Enim Lestari Pulp And Paper (PT TEL) memberikan bantuan untuk petani padi dan jagung yang berada di sekitar operasional perusahaan.

Menurut keterangan dari Kepala Divisi Pemberdayaan Masyarakat (Community Development) PT TEL, Suparno, Rabu (27/2/2019), bahwa kondisi saat ini produksi pangan khususnya jagung dan padi di Desa sekitar PT TEL dari tahun ke tahun mengalami penurunan, padahal luas lahan pertanian yang dapat ditanami cukup luas.

Hal ini menjadi tantangan, bagaimana masing – masing Desa swasembada beras. Menurut catatan biografi luas lahan persawahan Desa Banuayu sekitar 275 hektar dengan 14 kelompok tani  yang setiap kelompok beranggota 25 orang.

Melihat hal tersebut, PT TEL berupaya membangkitkan dan mengembangkan minat masyarakat untuk kembali bercocok tanam padi dan jagung menjadi komoditi yang dapat menjamin dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar PT TEL.

Maka dari itu, agar hal tersebut dapat berjalan, PT TEL melalui  program CSR bekerjasama dengan Pemerintah Desa, PPL Pertanian dan Dinas Pertanian-BP3 Rambang Dangku memberikan bantuan  bibit padi unggul  varietas Ciherang sebanyak 4,375 ton yang dapat di tanam di sawah  seluas 175 hektar dan 120 kg bibit jagung manis unggul Hibrida yang siap di tanam di lahan seluas 21 hektar di Desa Kuripan Induk dan Kuripan Selatan, Muara Enim.

Dengan memberikan bantuan bibit beras dan jagung manis untuk menambah bantuan yang di dapat masyarakat dari Pemerintah yang cocok ditanam di daerah persawahan desa Banuayu. Sebanyak 4,375 kg atau 4 ton 375 kg untuk ditanam di lahan sawah seluas 175 hektar . Sedangkan bantuan Bibit Jagung Manis unggul Hibrida di Desa Kuripan Induk dan Kuripan Selatan sebanyak  120 kg untuk ditanam dilahan pertanian palawija seluas 12 hektar.

“Harapan ke depan petani dapat terus berinovasi mengembangkan budidaya pertanian bantuan bibit unggul yang telah di berikan dapat dimanfaatkan sebaik baiknya dan agar benar – benar ditanam dan dirawat sesuai petunjuk teknis dari PPL Pertanian yang ada, sehingga, produktifitas hasil tanaman nantinya bisa panen memadai,” ujar Suparno.

Kemudian, bibit pertanian unggul yang telah di berikan nantinya bisa disisihkan untuk di tanam pada periode, tahun berikutnya.

“Kami mengapresiasi Gapoktan Tani Desa Banuayu dan Desa Kuripan yang telah bekerja keras dan terus berusaha meningkatkan produktivitasnya yang terus dilakukan sehingga  bisa menyentuh seluruh warga petani  masyarakat menengah kebawah yang ada di daerahnya,” ungkap Suparno. (ri-zi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *