Ke Banyuwangi, Bupati Lahat Dan Jajaran Studi Pelayanan Publik Dan Inovasi

Bupati Lahat dan rombongan saat berkunjung ke Pemkab Banyuwangi.

Banyuwangi – rubrikini.co.id, Bupati Lahat, Cik Ujang dan Jajajarannya Senin (25/2/2019) melakukan kunjungan le Banyuwangi guna memperluas wawasan tentang pelayanan publik dan berbagai inovasi yang dikembangkan di daerah ujung timur Pulau Jawa ini.
Dalam sambutannya, Cik Ujang menyampaikan
bahwa  kedatangannya ke  Banyuwangi, untuk mempelajari pelayanan publik dari apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi.

Mulai dari sistem pengelolaan Dukcapil, Perizinan, Perpajakan, Keimigrasian dan Pelayanan Pernikahan oleh Kemenag sampai Pembuatan SIM dan STNK serta Keimigrasian yang dilaksanakan di Mall Pelayanan Publik Terpadu. Juga akan melihat pembangunan Smart Kampung mulai keuangan desa, administrasi pemerintahan desa, dan pengelolaan BUMDes.

“Saya sering mendengar kalau Banyuwangi memiliki sistem perencanaan keuangan desa yang bagus dan sudah berbasis online. Maka dari itu, kami ingin belajar bagaimana Banyuwangi menyatukan berbagai unit kerja dalam satu lokasi seperti yang diterapkan di Mal PP. Semoga apa yang kami pelajari dari sini, bisa kami terapkan di Lahat. Kami ingin pelayanan publik di Lahat bisa sebagus Banyuwangi, atau minimal mendekati Banyuwangi,” ungkap Cik Ujang seraya berharap.

Dalam kunjungannya ini dari Minggu – Rabu, 24-27 Februari 2019, Cik Ujang ditemani 14 Jajarannya dari SKPD terkait.


Silaturahmi Cik Ujang dan Jajarannya ke Pemkab Banyuwangi.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, menyambut hangat kedatangan Bupati Lahat dan rombongan. Anas menyampaikan banyaknya daerah yang datang ke Banyuwangi, bukan berarti Banyuwangi lebih unggul. Sebenarnya, Banyuwangi sendiri masih terus berbenah ditengah banyak keterbatasan yang dimiliki.

“Terimakasih Bapak-Bapak telah menjadikan Banyuwangi sebagai jujugan benchmarking, mudah-mudahan kedatangan bapak ke Banyuwangi ini bisa mendapatkan ilmu seperti yang diharapkan,” kata Anas. 

Anas menceritakan bahwa Mal Pelayanan Publik merupakan salah satu solusi bagi kondisi geografis Banyuwangi yang luas. Wilayah yang terluas di Jawa Timur, banyak kecamatan di Banyuwangi yang jauh dari pusat kota. Maka dari pendirian mal ini terilhami saat Kemenpan RB mengajak Banyuwangi mengunjungi ASAN Xidmat, institusi pelayanan publik terpadu di Azerbaijan yang ditetapkan sebagai terbaik oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam United Nation Public Service Award (UNPSA).

“Pulang dari sana, hanya dalam satu minggu kami segera mewujudkan dan langsung meresmikan mal pp ini tepatnya pada 6 Oktober 2017 lalu,” ulasnya.

Lanjut Anas, Banyuwangi juga memiliki program penguatan desa “Smart Kampung”. Program ini mendorong pelayanan desa berbasis teknologi informasi (TI). Dimana dengan Smart Kampung, secara bertahap administrasi cukup diselesaikan di desa.

“Tentu ini butuh TI karena yang berjalan adalah datanya, bukan orangnya sehingga pengurusan dokumen lebih efektif dan efisien,” papar Anas. (ri-zi)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *