Taufik Rahman, Bicara Muara Enim Kedepan

H Taufik Rahman SH. / Istimewa.
MuaraEnim – rubrikini.co.id, Kabupaten Muara Enim yang kini telah berusia ke-70 tahun dinilai seorang H Taufik Rahman, mantan Sekda Muara Enim, telah banyak progres atau perkembangan.
Jalannya Pemerintahan yang ada selama ini cukup fokus untuk mewujudkan masyakarat yang sehat, mandiri, agamis, dan sejahtera dikenal SMAS.

Kedepan menurut Taufik, tinggal mengoptimalkan cita – cita mulia itu (SMAS), Sebagai mantan birokrat dia mengulas visi SMAS sudah berjalan sebagaimana mestinya di Kabupaten Muara Enim sejak sepeninggal mantan Bupati Muara Enim Almarhum H Kalamudin Djinab hingga diteruskan H Muzakir Sai Sohar.

Disisi kesehatan, mulai dari usia harapan hidup,  penurunan angka kematian bayi, sanitasi, gizi, dan kebutuhan air minum telah banyak diwujudkan. Lalu, pada sisi agamis kedepan jangan seremonial saja, seperti halnya selama ini perlu ditingkatkan terus menerus seperti takblig akbar, bantuan pembangunan ibadah Ponpes, dan pembinaan qori qoriah. “Dan Alhamdulillah kerukunan beragama tetap tercipta,” ucap Ketua Ikatan Cendikiawanan Muslim Indonesia (ICMI) Muara Enim ini.

Kemudian, terkait kemandirian, Taufik menyikapi pemerintah perlu optimalisasi potensial topografi yang dimiliki Muara Enim sehingga kualitas hidup atau kesejahteraan tercapai yang pada nantinya angka kemiskinan akan turun.

Sebagai tokoh masyarakat, dirinya meminta birokrat lebih selektif dalam mengalokasikan anggaran untuk pembangunan dan jangan berleha – leha untuk yang tidak penting seperti jangan membangun gedung yang tidak menyentuh kebutuhan masyarakat dan tidak perlu melakukan pembelian kendaraan dinas yang tidak tepat guna.

Menurut Taufik yang pernah menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Muara Enim ini untuk bicara kemandirian bahwa masyarakat perlu didorong tentunya distimulan oleh pemerintah bukan hanya sekedar didorong, dan harus melibatkan semua komponen. Dan sekarang solusinya memanfaatkan potensi yang ada yaitu bidang pertanian.

Sedikit menganalisa, potensi pertanian di Bumi Serasan Sekundang relevansi menuju kemandirian dan sejahtera yang potensial. Kabupaten Muara Enim memiliki potensi pertanian sawit dan karet dan ketika sektor ini bergerak cepat maka pertumbuham ekonomi meningkat dan angka kemiskinan akan turun. Namun perlu diingat, masyarakat petani yang menguasai atau memiliki lahan pertanian baik karet maupun sawit dan bukan dikusai swasta. “Ketika saya menjabat (Sekda) tahun 2013 melalui APBD Pemkab pernah menawarkan bidang pertanian atau pernah saya tantang butuh anggaran berapa untuk membangun pertanian Muara Enim,” ungkap Taufik.
Dihari jadi ke-70 tahun Kabupaten Muara Enim, Taufik juga berpesan agar Pilot Reformasi harus betul – betul lebih bagus kedepannya, soalnya ditunjuknya Kabupaten Muara Enim satu – satunya di Sumatera Selatan sebagai Pilot Reformasi bukan hal yang mudah dan perlu dipertahankan. “Sebab tata kelola bagus maka hasil pembangunan sukses, dan perlu Politic Will yang bagus dari pemerintah reformasi birokrasi bisa berjalan,” kata mantan Sekda ini.

“Kemudian, pembangunan bisa berjalan harus ada peran masyarakat. Masyarakat harus ambil bagian seperti dengan membayar pajak, menjaga pembangunan yang ada, dan melakukan pengawasan terhadap jalannya pembangunan,” tutup Taufik yang kini berusia 58 tahun. (ri-zi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *