Pesan Muzakir Sai Sohar, “Bupati Yang Ada Tegakan Aturan, Jauh Dari OTT KPK !

 

Pemimpin Redaksi Rubrikini.co.id, Heru Fachrozi, S.Pt, disela wawancara bersama Bupati Muara Enim, Ir. H. Muzakir Sai Sohar./ri-zi

                Diakhir kepemimpinan seorang Ir. H. Muzakir Sai Sohar, sebagai Bupati Muara Enim, tidak terasa masyarakat di Bumi Serasan Sekundang telah merasakan aroma hasil pembangunan yang Sehat, Mandiri, Agamis, dan Sejahtera yang akrab dengan sebutan SMAS yang hingga kini memasuki tahun ke sepuluh.

Terlahir pada 17 September 1956 silam, sosok kepemimpinan seorang Muzakir yang familiar dipanggil Cako telah terlihat sejak duduk dibangku kuliah. Tahun 1983, beliau tercatat sebagai mahasiswa Tekni Sipil Universitas Sriwijaya Palembang yang mulai aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan dengan memegang posisi penting.

Setelah lulus dari bangku kuliah, Muzakir muda  berani mengambil langkah berani dengan menjadi seorang kontraktor untuk dijadikannya bekal hidup. Seiring dengan kepiawaiannya pada bidang pengerjaan sejumlah bangunan, Muzakir pun terjun aktif masuk di organisasi kemasyarakatan pada tahun 1990 mulai dari Forum Keluarga Putra – Putri TNI Polri  (FKKPI), Pemuda Panca Marga hingga organisasi politik Partai Golkar.
Tahun 1988, Muzakir menjabat Wakil Ketua DPD Partai Golkar Muara Enim, dilanjutkan tahun 1995 menjadi Ketua DPD Partai Golkar sampai dengan tahun 2017 dengan total 4 kali menjadi orang nomor satu di Partai berlambang pohon beringin ini.

Dengan berjalannya organisasi partai mengantarkan Muzakir menduduki kursi parlemen, sejak 1999 hingga 2004 dengan jabatan Wakil Ketua DPRD Muara Enim. “Berbekal dengan pengalaman selama menjadi kontraktor yang langsung melihat kondisi masyarakat Muara Enim, cukup bagi dirinya bisa menjadi penyambung aspirasi masyarakat,” kata Muzakir saat dibincangi di ruang kerjanya.

Pada tahun 2008, garis tangan berkata lain, putra mantan Bupati Muara Enim, Almarhum Sai Sohar ini mewarisi jalan karir birokrat seperti yang dijalani sang bapak.
Mengawali karir sebagai Pimpinan Pemerintahan sebagai Wakil Bupati Muara Enim, mendampingi Bupati Muara Enim, Ir. H. Kalamudin Djinab kala itu, akrab di telinga masyarakat dengan sebutan pasangan Kamuz (Kalamudin – Muzakir), sosok Muzakir muncul dengan kepribadian yang penuh bijak dengan kebijakan pembangunan yang mengedepankan kepentingan masyarakat dan pelayanan prima kepada masyarakat.

Tahun 2009, beliau naik jabatan menjadi Bupati Muara Enim setelah Almarhum Kalamudin Djinab berpulang kerahmatullah karena sakit. Dan tahun inilah, Muzakir melanjutkan tonggak kepemimpinan sebagai Bupati Muara Enim berpasangan dengan Wakil Bupati Muara Enim terpilih, H. Nurul Aman, SH, sampai dengan 2013.

Di masa Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Muara Enim tahun 2013, bersama Nurul Aman, saat itu disebut pasangan Caknur (Cako : Muzakir Sai Sohar dan Nur : Nurul Aman) maju pada perhelatan politik tersebut dan dipercayai kembali memimpin Kabupaten Muara Enim hingga tahun 2018 dengan visi yang diusung Sehat, Mandiri, Agamis, dan Sejahtera atau SMAS.

Bercerita mengenai visi SMAS, Muzakir saat dibincangi, merasa bangga dengan sejumlah torehan prestasi yang diraih Kabupaten Muara Enim diantaranya penghargaan WTP, piala Adipura, dan sejumlah Puskesmas Pratama dibangun seperti di Gelumbang dan Lubai.

Keberhasilan yang telah diraih berkat sinergi dan kebersamaan dirinya dengan Wakil Bupati H. Nurul Aman, SH, dan didukung kerja keras segenap jajaran mulai dari Sekretaris Daerah, Kepala Dinas / Badan / Instansi / Bagian, dan seluruh PNS Pemerintah Kabupaten Muara Enim serta dukungan masyarakat.

Meskipun demikian, tujuan baik lewat visi SMAS di Kabupaten Muara Enim diakuinya belum berjalan maksimal dan masih perlu peningkatan pada beberapa aspek. Hal lain yang membuat terkesan Ketua FKPPI Sumatera Selatan ini, selama kepemimpinannya kerukunan dan toleransi antar masyarakat sangat terjaga baik.

Kedepan, Muzakir berpesan sepeninggal jabatannya kiranya etos kerja dan disiplin selama ini tetap dipertahankan, berikan layanan prima kepada masyarakat. Dan kepada masyarakat, kiranya bisa terus menjadi warga Muara Enim yang selama ini terkenal santun dan beragama.

“Kemudian, tegakan aturan yang ada, jangan sampai di Muara Enim terjadi Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK hingga endingnya tercipta kesejahteraan di Bumi Serasan Sekundang,” harap Muzakir.
Membangun Pertanian Muara Enim
Masih dalam kesempatan sama, suami dari Hj. Shinta Paramitha Sari, SH, M.Hum, ini bercita – cita setelah melepas jabatan sebagai Bupati Muara Enim pada Juni 2018 nanti, dia akan merealisasikan keinginan besarnya membangun pertanian di Bumi Serasan Sekundang.

Rintisan sudah dimulai, dengan membangun Kawasan Agropolitan di Desa Talang Gudang, Kecamatan Semendo Darat Laut (SDL), Kabupaten Muara Enim.

Beliau beralasan dengan potensi pertanian dimiliki Kabupaten Muara Enim sebesar 65 persen sayang rasanya tidak dikembangkan. Mulai dari sawit, padi, karet, perikanan, kopi, perkebunan, dan peternakan dirasa selama ini bisa berkembang baik bila dilakukan dengan penuh konsentrasi dan ketekunan.

“Pertanian di Muara Enim bila tidak dilakukan dengan fokus betul – betul rasanya sulit berkembang, padahal potensinya ada baik dari bibit pertaniannya, geografis, iklim maupun lahan pertaniannya. Makanya nanti, saya akan lebih fokus membangun pertanian di Kabupaten Muara Enim,” ulas Muzakir.

“Syukur – syukur nanti dan mudah – mudahan saja nanti Kabupaten Muara Enim bisa swasembada di bidang pertanian,” tutup Muzakir seraya berharap. (ri-zi)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *