Penanganan Stunting Dinilai Prestise

MuaraEnim- rubrikini.co.id, Saat memimpin rapat penanganan stunting di Kabupaten Muara Enim, di Ruang Rapat Pangripta Sriwijaya Bappeda Muara Enim, Asisten III Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim, Yan Riyadi, mewakili Pelaksana Tugas Bupati Muara Enim,  Juarsah, menekankan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Muara Enim bahwa masalah stunting itu prestise.

Menurut Asisten III, stunting menjadi prestise karena menjadi masalah penting dari Nasional hingga Kabupaten / Kota. Jadi, seluruh Indonesia fokus terhadap kegiatan – kegiatan yang berkaitan dengan penanganan stunting.

Stunting berkaitan dengan penurunan kemiskinan, stunting bagaimana menjaga SDM yang betul – betul dibanggakan dan berkualitas untuk pembangunan bangsa. Untuk itu harus betul-betul diperhatikan.

Asisten III mengatakan penilaian yang dilakukan BPKP Sumatera Selatan (Sumsel) setidaknya menjadi semakin bersinergi baik sinergi OPD terkait maupun sinergi lintas OPD.

“Jadi apa yang disarankan BPKP Sumsel harus bersama – sama dilakukan seluruh OPD baik sebagai saran dan evaluasi. Kalo ada ide – ide baru sangat bagus apalagi nanti ada penilaian dari BPKP Sumsel,” himbau Asisten III.

Sementara itu, Kepala Bappeda Muara Enim,  Mat Kasrun, menyampaikan apa – apa yang menjadi bahan verifikasi BPKP Sumsel seperti Kabupaten Kota prioritas melaksanakan program peningkatan kompetensi pendidik PAUD yang berorientasi sensitif gizi, minimal 20 orang trainer tersertifikasi per Kabupaten Kota, minimal 20 persen di 100 kab kota prioritas 20 pesen x 246 desa memiliki minimal 2 orang PAUD yang telah dlatih oleh trainer tersertifikasi.

Kemudian, agar Kabupaten Muara Enim berperan aktif untuk mencari pedoman umum dari Kemensos RI mengenai pengenalan makanan tambahan untuk anak umur 6-24 bulan sehingga dapat disosialisasikan.

Membuat laporan realisasi penyaluran BPNT dan evaluasi untuk mengetahui permasalahan yang terjadi sejak dini dalam penyaluran BNPT.

“Melakukan rekonsiliasi capaian penyaluran dana BNPT secara berkala dengan bank penyalur / bank himbara sehingga dapat diketahui kebenaran jumlah BNPT yang tersalur. Terakhir, agar memberikan menyalurkan bantuan makanan tambahan bagi 10 desa prioritas stunting,” papar Mat Kasrun.(ri-zi)

Keterangan Foto :

Asisten III saat memimpin rapat penanganan stunting. (ri-zi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *