Juarsah : Stok Pangan Aman Dan Harga Terkendali

Juarsah : Stok Pangan Aman Dan Harga Terkendali

Wabup saat memimpi. rapat koordinasi antisipasi kenaikan dan kelangkaan bahan pangan. (ri-zi)

MuaraEnim – rubrikini.co.id, Wakil Bupati (Wabup) Muara Enim, Juarsah, memimpin jalannya rapat koordinasi anggota TPID dalam rangka mengantisipasi kenaikan harga dan ketersediaan bahan pangan menyambut Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah di Ruang Rapat Bupati Muara Enim, Kamis sore (2/5/2019).

Dihadapan anggota TPID, Wabup mengatakan ketersediaan pangan beras, minyak goreng, telur, daging ayam, daging sapi, BBM, LPG, bawang merah, dan bawang putih di pasar – pasar Kabupaten Muara Enim harus terjaga aman dan harga terkendali.

“Secara umum tidak ada masalah mengenai penanganan bahan pangan dari hasil rapat koordinasi ini, stok pangan aman dan harga terkendali menghadapi bulan Ramadhan,” kata Wabup.

Wabup berharap kondisi tersebut bisa terus bertahan hingga Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah. “Dengan pasar terjaga stok pangan dan harga pangan normal, masyarakat bisa tenang menghadapi Ramadhan,” ujar Wabup.

Ditambahkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Muara Enim, Syarpudin, bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim jelang Ramadhan mengintensifkan monitoring pasar bila selama ini tiga bulan sekali dan lebih diintensifkan monitoring harga setiap hari. “Pemkab Muara Enim mengadakan pasar murah di Kecamatan Semendo Darat Laut 29 April dan 30 April di Gunung Megang dan jelang Idul Fitri 1440 Hijriah di dua Kecamatan meliputi Gunung Megang dan Rambang Dangku,” ungkap Syarpudin.

Pada kesempatan ini, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Muara Enim, Sukerik, mengatakan sejauh ini patokan bahan pangan penyebab inflasi sejauh ini tercatat pada angka 0,44 persen yang masuk angka normal. Sedangkan bahan pangan acuan inflasi yang bisa terjadi sehingga harga pasaran naik yaitu bawang merah, bawang putih, jeruk dan daging ayam ras.

Sementara itu, Perwakilan Bulog Regional Lahat, Arief Alhadiat, mengatakan cadangan  stok beras untuk Kabupaten Muara Enim sebanyak 1.644 ton, daging 3 ton, gula 8 ton dan terigu 1 ton yang kesemua bahan pangan ini masuk kategori aman untuk kebutuhan bulan Mei hingga Juni tahun 2019.

“Gejolak beras menjadi mahal bila tidak cepat membagikan beras rastra, Bulog juga melakukan pasar murah guna mengantisipasi harga pasar,” kata Arief.

Turut hadir pada rapat koordinasi ini agen ayam ras, Endan dan agen daging sapi, Edi yang mengatakan bila berkaca pada tahun – tahun lalu tidak ada kelangkaan kedua stok pangan tersebut, kemudian untuk kenaikan harga tidam terlalu siginifikan baik untuk ayam ras dan daging sapi. (ri-zi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.