Pesan Juarsah : Bekerja Hanya Karena Allah SWT

Pesan Juarsah : Bekerja Hanya Karena Allah SWT

Juarsah saat memberikan sambutan.(ri-zi)

MuaraEnim – rubrikini.co.id, Wakil Bupati (Wabup) Muara Enim, Juarsah, ikut shalat zuhur berjamaah bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim, di Musholla Al Muzakir, Selasa (16/4/2019).

Kehadiran Wabup, sekaligus membuka kegiatan rutin pembinaan rohani terhadap ASN Pemkab Muara Enim dengan diisi kegiatan shalat zuhur berjamaah dan mendengarkan tausiyah agama dengan penceramah Ustadz Miftah Kaprawi.

Atas nama Pemkab Muara Enim, Juarsah mengucapkan terima kasih atas terlaksananya pembinaan rohani rutin bulanan ini, yang menurutnya dilakukan dengan tujuan mencash pribadi secara rohani sehingga kita senantiasa diingatkan kepada Allah SWT walaupun sesibuk apapun dengan proses bekerja.

“Namun demikian sesibuk apapun kita kerja, jangan lupa Allah SWT dan untuk diingat bekerja hanya karena Allah SWT. Sebab apapun yang dilaksanakan keseharian, harapannya nanti bisa mendapatkan ganjaran pahala dari Allah SWT,” ujar Juarsah seraya berpesan.

Kemudian, diharapkan minimal 1 bulan sekali pembinaan rohani seperti ini dilakukan. Dengan begitu, bersama – sama menegakan atau mengingatkan dalam kebaikan akan terjaga baik di lingkungan keluarga maupun lingkungan pekerjaan.

“Sebab zaman sekarang bila tidak saling mengingatkan banyak yang menggoda baik pekerjaan maupun kehidupan sehari  – hari,” ulas Juarsah dihadapan puluhan jamaah yang memadati musholla yang berada di kawasan Perkantoran Bupati Muara Enim ini.

Diakhir sambutan, Juarsah berharap semoga kegiatan rutin ini mendapatkan keberkahan Allah SWT, sehingga nantinya ASN Pemkab Muara Enim tidak menyimpang dan berada dalam rel seperti apa yang ditetapkan Allah SWT.

Sementara itu, Ustadz Miftah Kaprawi, dalam tausyiahnya mengajak ASN Pemkab Muara Enim untuk mengamalkan salah satu dari 99 Asmaul Husna, yakni Arrahim. 

Menurut Miftah, Arrahim artinya penyayang yang merupakan penghubung atau penyambung tali silaturahmi. Dengan pembinaan rohani seperti ini, penyambung silaturahmi dan penghapus dosa – dosa dengan saling bertemu dan saling maaf – memaafkan.

“Mungkin ada salah ucapan, mungkin ada salah langkah, dan dengan silaturahmi penghapus noda dengan saling maaf – memaafkan,” kata Miftah. (ri-zi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.