Bupati Ingin Kereta Babaranjang Dipasang Tapping Box

Bupati Ingin Kereta Babaranjang Dipasang Tapping Box

Bupati disela pembahasan pemasangan tapping box. (ri-zi)

MuaraEnim – rubrikini.co.id, Bupati Muara Enim, Ahmad Yani, menerima audiensi dari PT. Pinisi Elektra, di Ruang Rapat Bupati Muara Enim, Selasa (2/4/2019), terkait pemasangan tapping box di sejumlah lokasi wajib pajak.

Menurut Bupati, kerjasama dengan pemasangan tapping box ini sinergi dengan arahan Koordinasi supervisi pencegahan (Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Muara Enim Nomor 2 tahun 2018 perubahan kedua Perda Nomor 10 tahun 2010 tentang pajak daerah.

“Diharapkan dengan penerapan tapping box ini bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pemasukan pajak restoran, pajak hiburan dan pajak hotel,” harap Bupati.

Namun demikian, kedepan Bupati inginkan pemasangan tapping box bida dipasang pada kereta api babaranjang. Sehingga, dengan dipasang tapping box, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim melalui Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Muara Enim bisa mengetahui berapa banyak batubara milik PT Bukit Asam yang diangkut oleh kereta api babaranjang.

Menurut orang nomor satu di Bumi Serasan Sekundang ini, kalaupun nanti ada kekeliruan pada jumlah batubara yang diangkut, nantinya bisa membantu perhitungan batubara perusahaan terkait. Kemudian, kiranya setelah dipasang tapping box Pemkab Muara Enim juga bisa mengetahui barapa banyak batubara yang diangkut dari luar Tanjung Enim Muara Enim.

Turut hadir pada kesempatan ini, Asisten II Pemkab Muara Enim, Amrullah Jamaludin,  Kepala Bappeda Muara Enim,  Abdul Nadjib, Kepala Dinas Komunikasi Informatika (Kominfo) Muara Enim, Ardian Arifanardi, dan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Muara Enim, Rinaldo.

Rinaldo menambahkan pemasangan tapping box atau alat perekam dicash register merupakan piranti yang bisa secara online mengetahui bila ada pembayaran di titik wajib pungut pajak seperti pusat hiburan, restoran, dan hotel. Artinya, bila ada pembayaran di titik wajib pajak ini langsung masuk secara otomatis ke dalam sistem yang terpusat di Dispenda Muara Enim. Jadi, data pembayaran di restoran ataupun hotel yang terpotong dalam bentuk pajak terinput otomatis ke Dispenda Muara Enim.

“Selama ini teknologi lama banyak kendala dilapangan, sekarang pakai tapping box ini data tidak bisa dibohongi karena akurasi data dari setiap transaksi pajak langsung otomatis terlaporkan ke Dispenda Muara Enim,” jelas Rinaldo.

Sementara itu, Pimpinan PT. Pinisi Elektra, Erwin, mengatakan Pihaknya memakai sistem internet of things dalam pemasangan tapping box. Selama ini, kerjasama yang sudah dilakukan dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Pemkot Prabumulih, Pemkot Pagar Alam, dan Pemprov Jambi.

“Konsepnya sudah ada sejak 2010 dan terus diperbarui, tapping box ini bisa membantu akurasi data dan meningkatkan PAD Kabupaten Muara Enim,” ungkap Erwin. (ri-zi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.