Kobaran Api Membuka Festival Melemang Dan Ngopi Bareng

Kobaran Api Membuka Festival Melemang Dan Ngopi Bareng

Bupati Dan Gubernur simbolis membakar lemang. (ri-zi)

MuaraEnim – rubrikini.co.id, Kobaran api dalam obor bambu yang diarahkan ke barisan bambu lemang yang dilakukan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru dan Bupati Muara Enim, Ahmad Yani, didampingi Wakil Bupati Muara Enim, Juarsah, membuka kemeriahan dan semaraknya Festival Melemang dan  Ngopi Bareng tahun 2019, Sabtu (23/3/2019).

Festival Melemang dilaksanakan pada 23 Maret 2019 dan Ngopi Bareng digelar pada 24 Maret 2019, yang kedua event ini diadakan di Ruang Terbuka Hijau GOR Bukit Asam Tanjung Enim yang merupakan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Muara Enim dengan PT Bukit Asam (PTBA) Tbk.

Dalam sambutannya, Bupati Muara Enim,  Ahmad Yani, mengatakan bahwa Festival Melemang dan Ngopi Bareng ini bagian dari 25 agenda Calurful Muara Enim Festival tahun 2019.

Menurut Bupati, Melemang merupakan budaya dari kami (masyarakat Kabupaten Muara Enim) turun temurun mengkonsumsi pangan yang terbuat dari ketan dibungkus dengan daun pisang dan terbungkus dengan bambu bernama lemang. Sehingga, untuk terus bisa terus eksis penganan lemang ini perlu keterlibatan semua pihak untuk melestarikan dan mempromosikan yaitu salah satunya dengan kegiatan melemang ini.

Terima kasih Bupati ucapkan kepada Gubernur Sumsel, Herman Deru, Perwakilan dari Kabupaten / Kota di Sumsel, Pimpinan Badan Usaha Milik Negara, Pimpinan Badan Usaha Mili Swasta, Tim Penggerak PKK se-Sumael, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, atas kehadiran dan konsen bersama untuk melestarikan makanan khas Sumsel.

Disampaikannya bahwa Festival Melemang dan Ngopi Bareng ini bersinergi dengan program Pemerintah Sumsel yang menggalakan potensi pariwisata.  Kemudian, adanya Festival ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah Daerah kepada adat tradisi dan untuk peguatan ekonomi lokal.

“Semoga dua Festival ini bisa memberikan dampak posotif bagi pergerakan ekonomi lokal,  mendukung pariwisata, dan mengangkat potensi lokal, seperti batik Serasan,” harap  Bupati.

Masih kata Bupati, kebiasaan ngopi dan tersedianya komoditas kopi di Kabupaten Muara Enim menjadi alasan Festival ini digelar. Memang dari sisi jumlah (produksi) kopi Muara Enim masih bermasalah pada sisi kontituitas
atau banyaknya jumlah kopi.

“Kedepan semoga masalah kontinuitas produksi kopi tidak menjadi masalah, kalau banyak perbulan produksi kopi menjadi keuntungan bagi Kabupaten Muara Enim. Karena, seperti diketahui kualitas kopi Muara Enim terbaik di tingkat nasional bahkan internasional,” kata Bupati.

Bupati berharap dengan Festival Melemang dan Ngopi Bareng ini bisa menjadi destinasi tujuan wisata dan membantu perkembangan pelaku usaha yang konsen pada bidang lemang dan kopi.

Sementara itu, Gubernur Sumsel, Herman Deru, mengatakan bahwa lemang dan kopi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat Sumsel. Namun, tanpa upaya dari semua pihak tidak akan berkembang dan dikenal luas makanan yang terbuat dari ketan dibungkus daun pisang dan dimasukan dalam bambu bernama lemang.

Untuk itu, atas nama Pribadi dan Pemerintah Provinsi Sumsel mengucapkan terima kasih kepadan Pemerintah Kabupaten Muara Enim dan PT Bukit Asam (PTBA) yang telah melaksanakan Festival Melemang dan Ngopi Bareng merupakan perwujudan menjaga kearifan lokal.

“Terus jaga soliditas dan kearifan lokal kita,” pinta Gubernur Sumsel, H. Herman Deru.

Dalam kesempatan sama, Direktur Operasi Pertambangan PTBA, Suryo Eko Hadianto, mengatakan bahwa Festival Melemang dan Ngopi Bareng ini selain mendukung agenda Colurful Muara Enim Festival juga dalam rangkaia kegiatan memeriahkan hari jadi ke-38 PTBA dan usia 100 tahun penambangan PTBA .

“PTBA dan Kabupaten Muara Enim sama – sama konsen untuk menjadikan Tanjung Enim dan Muara Enim menjadi destinasi tujuan wisata terbaik di Sumsel,” ungkap Suryo.

 

Gubernur dan Bupati simbolis membakar lemang. (ri-zi)

Ditampilkan pula pada momen ini gelaran tarian melemang dan fashion show yang menampilkan batik Serasan.  Lalu, dari produk pangan olahan disajikan juga lemang yang dipadupadankan dengan kopi sehingga menjadi lemang rasa kopi. (ri-zi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.