Muara Enim Dukung Hilirisasi Batubara PTBA

Muara Enim Dukung Hilirisasi Batubara PTBA

Bupati saat mendampingi Menteri meninjau maket PLTU Sumsel 8.(ri-zi)

MuaraEnim – rubrikini.co.id, Bupati Muara Enim, Ahmad Yani, didampingi Wakil Bupati Muara Enim, Juarsah, atas nama Pemerintah Kabupaten Muara Enim, bersama Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M Soemarno, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignatius Jonan, Direktur PT Bukit Asam (PTBA) Tbk, Arviyan Arifin,  melakukan pencangan hilirisasi batubara PTBA Tbk, di PLTU Sumsel 8 Kawasan Ekonomi Khusus Bukit Asam Kecamatan Tanjung Agung, Minggu (3/3/2019).

Dukungan pencanangan hilirisasi batubara PTBA dari Pemkab Muara Enim dilakukan dengan penekanan tombol bersama tiga Menteri tersebut.

Pemkab Muara Enim sangat mendukung ketahanan energi, dengan PTBA melakukan pencanangan pabrik hilirisasi di Bukit Asam Coal Based Specual Economic Zone (BACBSEZ).

Pemkab Muara Enim menyambut baik kerjasama ini dan mengharapkan agar realisasi
berdirinya hilirisasi batubara segera terwujud dan diharapkan bisa ikut memajukan perekonomian di Kabupaten Muara Enim.

Harapan juga dari Direktur Utama PTBA, Arviyan Arifin dengan teknologi gasifikasi,
batubara kalori rendah akan diubah menjadi produk akhir yang bernilai tinggi. Teknologi ini
akan mengkonversi batu bara muda menjadi syngas untuk kemudian diproses menjadi Dimethyl
Ether(DME)sebagai substitusi LPG, urea sebagai pupuk, dan polypropylene sebagai bahan baku
plastik.

“Kami ingin menciptakan nilai tambah, mentransformasi batubara menjadi ke arah hilir dengan
teknologi gasifikasi, dengan menciptakan produk akhir yang memiliki kesempatan nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan sekadar produk batubara. Dengan demikian, hal ini diharapkan
akan semakin menguntungkan perusahaan,” terang Arviyan Arifin.

Sementara itu, Menteri BUMN, Rini Soemarno, menyambut baik kerjasama ini dan mengharapkan agar realisasi
berdirinya hilirisasi batubara segera terwujud.

Menurut Rini, Indonesia harus tetap
mengembangkan industri hilirisasi batubara bukan hanya dalam mengurangi impor tapi juga dalam rangka mengembangkan ekspor.
Dan adanya kerjasama Bukit Asam dengan Pertamina, Pupuk Indonesia dan Chandra Asri
Petrochemical merupakan salah satu bentuk implementasi PP no. 1 tahun 2017 tentang Hilirisasi Mineral dan Batubara, serta Kepmen ESDM no. 2183 K/30/MEM 2017 tentang Penetapan Kebutuhan dan Presentasi Minimal Penjualan Batubara untuk Kepentingan Dalam Negeri.

“Diharapkan dengan kerjasama ini dapat memberikan nilai tambah batubara sehingga batubara
tidak hanya dijual sebagai produk akhir, tetapi dijadikan sebagai bahan baku,” ungkap Rini. (ri-zi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.