Tetap Larang Truk Batubara Melintas

Tetap Larang Truk Batubara Melintas

Warga 3 Desa saat menghadiri edukasi hukum dan tetap meminta truk batubara dilarang melintas.(ri-zi)

MuaraEnim – rubrikini.co.id, Edukasi hukum yang dihelat Polres Muara Enim guna menjembatani masalah truk angkutan batubara melintasi pemukiman di tiga Desa dalam Kecamatan Muara Enim meliputi Muara Harapan, Sakajaya, dan Harapan Jaya, di Aula Kecamatan Muara Enim, Kamis sore (1/11/2018), menemui jalan buntu alias tidak ada titik temu penyelesaian.

Dengan kata lain, warga di 3 Desa tersebut bersikukuh agar truk batubara tidak melewati jalan Kabupaten yang melalui pemukiman warga.

Tigor Tamba, warga Sakajaya, mengatakan bahwa warga punya alasan dasar hukum yaitu surat dispensasi Bupati Muara Enim yang berbunyi bila terjadi konflik maka lalu lintas truk batubara distop. Kondisi yang terjadi ada konflik dimasyarakat akibat truk batubara melintas seperti polusi debu, jalan rusak dan ancaman terjadi kecelakaan lalu lintas.

“Kami (warga) meminta agar ditinjau kembali, warga tetap larang truk batubara melintas di jalan pemukiman dan polisi harus berpihak ke masyarakat buka berpihak ke investor,” tegas Tigor.

KAD Sihombing, warga Muara Harapan, senada mengatakan truk batubara kini menjadi momok warga, karena penyebab polusi dan keselamatan berlalu lintas. “Banyak dampak, kalau mobil batubara lewat, dan mayoritas masyarakat menolak,” kata Sihombing.

Warga Harapan Jaya, Gatot Susilo, menyesalkan kenapa warga tidak menerima sosialisasi dari perusahaan. Dan dia bertanya – tanya kenapa setelah warga menghadang, baru perusahaan melakukan pendekatan dengan masyarakat.

Duel Sambiyono, Kepala Desa Muara Harapan, mengatakan dalam hal ini masyarakat butuh perlindungan, bagaimana solusi agar mobil angkutan batubara jangan masuk dulu, karena hal ini perlu dimusyawarahkan.

“Warga tidak akan anarkis, dan warga minta tolong truk angkutan batubara tidak melintasi pemukiman warga,” tegas Duel Sambiyono. (ri-zi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.