Polisi Klaim Kasus PGE Murni Karena Genset

Polisi Klaim Kasus PGE Murni Karena Genset

Kapolsek saat memberikan penjelasan masalah terkait. (ri-zi)

MuaraEnim – rubrikini.co.id, Terkait tewasnya 3 orang di sekitar operasional PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) di Kecamatan Semendo Darat Laut (SDL) belum lama ini. Pihak kepolisian menyimpulkan kasus ini, diakibatkan dari racun yang dikeluarkan oleh mesin genset milik PGE.

Hal diatas dikemukakan Kapolsek Semendo, AKP Nusirwan dalam rapat dengan DPRD Muara Enim, di Ruang Rapat DPRD Muara Enim, Senin (10/9).

Diuraikan Nusirwan kronologis kejadian tepatnya pada malam Sabtu 7 September saat hujan lebat, pada paginya di PGE ada 2 jenazah yang langsung dibawa ke Puskesmas Pulau Panggung. Kemudian, personel Polsek Semendo bersama Tim Inafis Polres Muara Enim dan dari Pihak PGE melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Kesimpulan penyebab kematian kedua korban akibat terisap genset yang jaraknya dua meter dari kamar mereka (korban,red). Meski dihadang besi tapi banyak celah hingga terisap gas beracun dari genset,” jelas Nusirwan.

Keesokan harinya, dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) yang didampingi Polsek dan PGE melakukan penyelidikan dan serangkaian uji coba terhadap mesin genset. Setelah dipraktekan, dengan dihidupkan mesin genset memakai 2 botol minyak bensin beberapa jam didapat bercak dinding dan dicek kadar racun diluar ambang batas bahkan mencapai 2 ribuan ppm.

“Menurut Pihak ESDM sifat racun dari genset bisa menyebabkan kantuk, tidak berasa, tidak sadar bahkan bisa menyebabkan meninggal dunia,” papar Nusirwan.

Lanjut Kapolsek, satu korban lagi, disimpulkan meninggal setelah dikroacek kepihak kerabat duka ternyata kena penyakit hipertensi, diperkuat dengan keberadaan korban 3-4 kilometer dari lokasi perusahaan.

“Jadi sepakat bahwa 2 sekurity yang meninggal akibat dari racun genset yang diakibatkan dari kecerobohan perusahaan, bukan dari sebab lain apalagi dari gas bumi. Kasus ini masih dalam penyelidikan dan penyidikan langsung ditangani di tingkat Polres,” ungkap Kapolsek Semendo AKP Nusirwan.

Ditambahkan Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Silfiana Dewi, membenarkan tidak ada laporan dari PT PGE terkait uji kualitas mesin genset.

“Seharusnya pihak perusahaan yang memiliki mesin genset harus memberikan laporan
6 bulan sekali terkait kualitas udara dan mesin genset kepada Dinas LH,” ujar Silfi. (ri-zi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.