Loan Facility Agreement PLTU Sumsel 8 Ditandatangani

Loan Facility Agreement PLTU Sumsel 8 Ditandatangani

Penandangan Loan Facility Agreement disaksikan Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin. /ri-zi

Jakarta – rubrikini.co.id, Pembangunan PLTU Mulut Tambang Sumsel 8 memasuki babak baru dengan ditandatangani Loan Facility Agreement oleh anak usaha PT Bukit Asam (PTBA), PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) bersama China Export Import (CEXIM) Bank, di Jakarta, Rabu (23/5).

Dalam rilis resminya, Sekretaris Perusahaan PTBA, Suherman, mengatakan penandatanganan Loan Facility Agreement ini langsung dilakukan oleh Direktur Utama PT HBAP, Geng Kecheng bersama Vice President CEXIM Bank, Xu Li. Dimana Loan Facility Agreement ini akan digunakan untuk pendanaan pembangunan PLTU Mulut Tambang Sumsel 8 dengan kapasitas 2 x 620 Mega Watt (MW).

Melalui penandatanganan Loan Facility Agreement ini, CEXIM Bank akan memberikan pinjaman sebesar 75% dari total biaya proyek atau senilai USD 1,26 miliar. Sementara sisa total biaya proyek senilai USD 420 juta akan didanai oleh pemegang saham yaitu 45% oleh PTBA dan 55% oleh China Huadian Hongkong Company Ltd.

Untuk diketahui bahwa sebelumnya, pada 19 Oktober 2017 lalu telah ditandatangani amandemen Power Purchase Agreement (PPA) PLTU Mulut Tambang Sumsel 8 antara HBAP dengan PT PLN (Persero).

PLTU Mulut Tambang Sumsel 8 sendiri merupakan bagian dari program pemerintah untuk membangun PLTU 35.000 MW. PLTU Mulut Tambang Sumsel 8 ini dibangun oleh  PT HBAP sebagai Independent Power Producer (IPP) yang merupakan konsorsium PTBA dan China Huadian Hongkong Company Ltd.

Nantinya, HBAP juga akan membangun jalur transmisi dari PLTU Sumsel 8 ke Gardu Induk PLN di Muara Enim sejauh 45 km. Listrik dari PLTU Mulut Tambang Sumsel 8 sendiri akan dialirkan untuk Sumatera Grid menggunakan jalur transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV.

“Konstruksi PLTU Mulut Tambang Sumsel 8 diharapkan dapat dimulai pada awal Kuartal III tahun 2018, dengan masa konstruksi 42 bulan untuk Unit I dan 45 bulan untuk Unit II. Sehingga, diharapkan akan mencapai Commercial Operation Date (COD) pada tahun 2021 untuk Unit I dan tahun 2022 untuk Unit II,” ungkap Suherman. (ri-zi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.