2018, Target Penjualan PTBA 25,88 Juta Ton

2018, Target Penjualan PTBA 25,88 Juta Ton

Jajaran direksi PTBA saat rapat terkait. / ri-zi

MuaraEnim – rubrikini.co.id, PT Bukit Asam (PTBA) menargetkan volume penjualan batubara sebesar 25,88 juta ton dengan komposisi 53% atau 13,74 juta ton untuk pasar domestik dan 47% atau 12,15 juta ton untuk pasar ekspor.

Angka diatas disampaikan Sekretaris Perusahaan PTBA, Suherman, dalam rilis resminya, Kamis (19/4).

Lebih lanjut Suherman mengungkapkan untuk target penjualan tahun 2018 meningkat sebesar 2,25 juta ton atau 10% dibandingkan realisasi tahun 2017 sebesar 23,63 juta ton. Dimana peningkatan target ditopang oleh rencana penjualan ekspor untuk batubara medium to high calorie ke premium market seiring dengan semakin membaiknya harga batubara, demand batubara juga menunjukkan growth yang positif khususnya di wilayah ASEAN, dimana pada wilayah ini akan  beroperasinya sejumlah PLTU baru.

Kemudian, Perusahaan terus melakukan upaya efisiensi, serta investasi yang diprioritaskan kepada aktivitas yang menunjang operasional tambang. Diantaranya, untuk menekan biaya produksi penambangan, Perusahaan telah mengakuisisi perusahaan jasa pertambangan PT Satria Bahana Sarana (SBS) melalui anak perusahaan PT Bukit Multi Investama (BMI) pada tanggal 21 Januari 2015. PT SBS sudah beroperasi sejak tahun 2015 dengan kemampuan produksi yang terus meningkat. Target produksi PT SBS tahun 2018 sebesar 38,4 juta BCM, naik signifikan yaitu sebesar 13,7 juta BCM atau 56% dibanding realisasi tahun 2017 sebesar 24,7 juta BCM.

Sedangkan untuk tahun 2018, Perseroan menganggarkan investasi sebesar Rp 6,55 Triliun yang terdiri dari Rp 1,43 Triliun untuk investasi rutin dan sisanya Rp 5,12 Triliun untuk investasi pengembangan.

Masih kata Suherman, bahwa Kinerja Keuangan PTBA per                          31 Maret 2018, mengawali Quartal 1 (Q1) 2018 dengan kinerja yang sangat membanggakan, terbukti dengan pencapaian laba usaha sebesar Rp 2,04 Triliun atau 167% dari laba usaha Q1 2017 sebesar Rp 1,22 Triliun. Laba bersih Q1 2018 juga menunjukkan kenaikan yang signifikan, yaitu menjadi sebesar Rp 1,45 Triliun atau 167% dari laba bersih Q1 2017 yang hanya sebesar Rp 870 Miliar. Secara total selama Q1 2018, terdapat peningkatan volume penjualan batubara sebesar 16% dibandingkan Q1 2017 atau dari 5.433.024 ton menjadi 6.297.080 ton.

Menurut Suherman, adanya Peningkatan penjualan tersebut merupakan bagian dari strategi Perseroan dalam memanfaatkan pergerakan indeks harga batubara dunia yang relatif masih tinggi di Q1 2018, serta dalam rangka optimasi penjualan batubara berkalori menengah dan rendah.

“Sehingga dari upaya Perusahaan yang terus-menerus dalam mengimplementasikan strategi usaha yang efektif, mampu membawa Perusahaan meraih kinerja keuangan dan operasional yang terus meningkat,” terang Suherman. (ri-zi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.