Laba Bersih Semester 1 PTBA Naik Rp 1 Triliun Lebih

Laba Bersih Semester 1 PTBA Naik Rp 1 Triliun Lebih

Jajaran direksi PTBA menyampaikan laporan kinerja keuangan selama semester 1 tahun 2017. /Istimewa.

Jakarta – rubrikini.co.id, Komitmen yang kuat dari PT Bukit Asam (PTBA) Persero Tbk dalam melakukan optimasi investasi maupun operasional sejak periode sebelumnya dalam mempertahankan kinerja terbaik merupakan fundamental dari pencapaian kinerja Perseroan pada semester 1 tahun 2017.

Dalam rilis resminya, Jumat (28/7/2017), di Jakarta, melalui Sekretaris Perusahaan (Sekper) PTBA, Adib Ubaidilah, mengumumkan kinerja keuangannya per 30 Juni 2017 tercatat laba bersih PTBA naik Rp 1 triliun lebih atau mencapai 242%.

Disebutkannya laba bersih naik Rp 1 triliun lebih menjadi Rp.1.723,9 miliar atau 242 % dari periode sebelumnya dan laba per lembar saham menjadi sebesar Rp.818,- atau 249% dari periode sebelumnya. Kenaikan laba bersih ini ditopang juga oleh pertumbuhan yang tinggi dari volume produksi, angkutan dan penjualan, optimasi harga jual rata-rata batubara serta efisiensi yang secara terus menerus dilakukan. Hingga diperoleh
Perseroan membukukan pendapatan selama semester 1 Tahun 2017 sebesar Rp.8,97 triliun, naik 32, 7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp.6,76 triliun.

“Peningkatan pendapatan ini sebagai hasil dari upaya Perseroan dalam melakukan penetrasi pasar untuk menjual batubara Low to Medium Range Calorie pada saat membaiknya harga batubara dunia,” terang Adib.

Dilanjutkan Sekper bahwa utuk volume penjualan periode Januari – Juni 2017 sebesar 1 1 juta ton atau meningkat 13,4% dari periode yang sama tahun 2016 sebesar 10,02 juta ton, dimana volume penjualan ekspor sebesar 4,16 juta ton, naik 11,4% dan volume penjualan domestik sebesar 7,20 juta ton, naik 14,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan penjualan karena meningkatnya permintaan atas batubara Bukitasam-48 dan Bukitasam-50 baik pasar ekspor maupun domestik. Komposisi penjualan batubara domestik pada periode Januari-Juni 2017 sebesar 63,4% dan untuk pasar ekspor sebesar 36,6%.
Beban Pokok Peniualan

Meskipun terjadi peningkatan volume produksi sebesar 23,3% dan volume penjualan sebesar 13,4% pada periode Januari-Juni 2017, tetapi sejalan dengan efisiensi dan optimasi yang dilakukan Perseroan maka Beban Pokok Penjualan dapat dikendalikan hanya naik 10% dibandingkan tahun lalu.

Kemudian total produksi periode Januari-Juni tercapai 9,43 juta ton atau 123,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 7,65 juta ton, sedangkan pembelian tercapai 172 ribu ton. Seiring dengan optimasi perencanaan dan operasional penambangan, nisbah kupas (Stripping Ratio) rata-rata di Tambang Tanjung Enim periode Januari-Juni 2017 menunjukkan penurunan yaitu dari 5,47 pada tahun 2016 menjadi 3,93 pada tahun 2017.
Sementara itu, volume angkutan Kereta Api periode Januari-Juni 2017 mencapai 1 juta ton atau naik 20, 7% dibandingkan volume angkut pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 8,5 juta ton.

Sedangkan untuk Royalti kepada Pemerintah Republik Indonesia, Adib mengatakan PTBA telah membayar Royalti ke Pemerintah Republik Indonesia meningkat dari Rp 383,97 miliar di tahun 2016 menjadi Rp 634,29 miliar di tahun 2017 atau naik 65,2%.

“Sehingga selama Semester I Tahun 2017, Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp.1.723,9 miliar atau mencapai 242,2% dari tahun sebelumnya sebesar Rp.711,8 miliar,” ungkap Sekper PTBA. (ri-zi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.